Langsung ke konten utama

2nSoftInfo


RANSOMEWHERE

Apa itu Ransomewhere?

Ransomewhere adalah software yang meng infeksi computer dengan tujuan menyembunyikan data data penting yang ada di local drive maupun di external storage.

Virus maker membuat ini bertujuan untuk meraup keuntungan dari user yang terinfeksi dengan modus bisa mengembalikan data yang hilang dan meminta tebusan kepada pemiliknya.

Cara kerja ransomewhere:

Cara kerjanya ada beberapa macam, di antaranya sebagai berikut:

Menyembunyikan file ke folder khusus dengan attribute superhidden, ini merupakan cara lama yang sudah pernah terjadi, seperti halnya brontok, Garan, Ravmon32 dan lainnya. Si virus hanya menyimpan datanya kemudian menggandakan diri menjadi folder dimana data tersebut di simpan, sehingga user akan tertipu dengan penampilan aplikasi yang mirip dengan folder yang mana itu adalah aplikasi.

Menyembunyikan data kedalam folder yang superhidden kemudian data tersebut di enkripsi dengan metode base 64 atau 32. Setelah data di sembunyikan, virus akan membuat file baru yang Namanya sama persis dengan data yang di sembunyikan, namun dengan ekstensi yang berbeda, missal “.porn” atau “.fuck”.

User akan panik dan akan mencari berbagai cara untuk mengembalikan data yang hilang, di kesempatan ini lah si virus maker akan memanfaatkan dengan meminta tebusan.


Merubah data menjadi string/ text, dan mengirimkannya melalui email ke virus maker, kemudian data aslinya di hapus permanen. Metode ini yang sangat berbahaya, karena di local sudah bisa di pastikan data sudah tidak ada, kalaupun di kembalikan menggunakan recovery software yang ada data tersebut sudah rusak. Virus maker akan meninggalkan jejak dengan cara memberikan email pada data yang hendak di buka.



Cara Menghindari:

Kurangi penggunaan flashdisk yang sembarangan atau bergantian menggunakan flash disk di laptop/ kompter yang berbeda. Cara ini yang paling ampuh untuk para virus maker menyebarkan virus nya.

Sebaiknya ada antivirus terpassang di laptop atau computer agar bisa auto scan pada drive usb dan mendeteksi keberadaan virus.

Hindari double click pada my computer/ flashdisk, di setiap flashdisk yang terinfeksi, virus akan menyimpan file Autorun.inf, ketika user double click di my computer/flashdisk maka file auto run akan bekerja memanggil virus, dan saat itulah virus akan mengcloning dirinya sendiri ke folder system, dan menginfeksi registry.




Beberapa programmer bisa mengembalikan data yang sudah di enkripsi, namun lebih banyak yang tidak bisa mengembalikan, sehingga tindakan mencegah selalu lebih bagus dari pada mengobati…



2nSoft

Muhammad.nafan@gmail.com

Komentar